Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, terdiri dari ribuan suku dan budaya. Masing-masing suku memiliki ciri khas yang menjadi unsur pembentuk kebudayaan bangsa. Mulai dari suku Aceh, Batak, Minang, Betawi, Sunda, Jawa, Dayak, Bali, Bugis, Nusa Tenggara Ambon, dan Papua memiliki keanekaragaman yang memperkaya budaya Bangsa Indonesia. Meskipun berbeda, namun semua memiliki satu arah dan tujuan, yaitu menjadi Bangsa yang Besar, Bermartabat, dan Mandiri. Bahkan suatu saat nanti bukan suatu hal yang mustahil, Bangsa Indonesia menjadi pusat peradaban dunia.
Namun sayang, kekayaan buda bangsa itu kini tengah mengalami kemerosotan akibat pengaruh budaya asing yang cenderung permesif, materialistis, dan glamour. Masuknya budaya asing melalui berbagai media, baik itu elektronik maupun media cetak membuat bangsa ini mengalami kemunduran etika dan moral. Oleh karena itu, perlu keseriusan dari berbagai pihak terutama pemerintah dan masyarakat untuk bersama – sama mencegah masuknya pengaruh budaya asing tersebut, sehingga bagi generasi muda calon penerus kepemimpinan bangsa ini bisa terselamatkan.
Saat ini pemerintah tengah serius menggarap potensi pemuda Indonesia, yaitu salah satunya melalui Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dengan cara mengadakan berbagai upaya stimulus agar pemuda Indonesia memiliki prestasi dan mampu berkarya usaha mandiri. Tentunya hal ini harus didukung oleh semua pihak sehingga saling sinergi dan mendukung.
Peran Pemuda dalam Upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Pemuda sebagai pelopor perubahan (agent of change) tentu memiliki segudang ide dan kreatifitas untuk melakukan berbagai macam terobosan baru bagi kemajuan bangsa. Kita bisa melihat hasil karya anak – anak bangsa dalam berbagai festival dan lomba, mulai dari kejuaraan dibidang olahraga, seni dan budaya, science, dsb. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, generasi muda Bangsa Indonesia selalu menjuarai berbagai macam lomba olimpiade scince, seperti olimpiade fisika, matematika, biologi, dan kimia. Hal ini menunjukan bahwa dilihat dari sisi sumber daya manusia, Bangsa Indonesia memiliki potensi yang sama atau bahkan lebih unggul daripada bangsa-bangsa yang lain.
Sayangnya, dibalik kesuksesan anak-anak bangsa ini di pentas internasional ternyata masih banyak pula anak negeri ini yang melakukan perbuatan asusila yang sia-sia belaka. Mulai dari mencoba menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang, sampai mengedarkan video porno dan adegan mesum via handphone dan internet di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya itu, berbagai adegan kekerasan dan perkelahian antar geng (kelompok) juga banyak mewarnai sekolah-sekolah di berbagai daerah di Indonesia (lihat di beritajitu.com). Hal ini tentu mencoreng muka kita semua yang menginginkan dunia pendidikan sebagai sarana utama dan modal dasar pembentukan watak dan kepribadian generasi muda.
Mengingat pentingnya peran dan tugas pemuda untuk memimpin bangsa ini kedepan, maka upaya penyelamatan generasi muda dari kehancuran menjadi satu keniscayaan. Mulai dari keikutsertaan orang tua dalam mendidik dan memberi contoh yang baik (tauladan) kepada anak-anaknya, masyarakat sebagai pengontrol dan pengawas, hingga pemerintah sebagai regulator sekaligus eksekutor pelaksanaan pendidikan pemuda agar menjadi generasi muda yang tangguh, handal, dan mandiri. Tidak kalah pentingnya ialah kemauan dan tekad dari para pemuda itu sendiri untuk menciptakan suatu lingkungan yang kondusif bagi dirinya, sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.
Berkarya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Dengan mengingat sejarah perjalanan bangsa ini yang penuh dengan berbagai karya, mulai dari Borobudur, Majapahit, Sriwijaya, Kutai Kartanegara, hingga penelusuran samudera oleh para pelaut-pelaut Makasar dengan perahu pinisinya menunjukan bahwa kemampuan teknologi arsitektur, perkapalan hingga pemerintahan Majapahit yang mampu menyatukan Nusantara dengan prasasti Gadjah Mada-nya, ini semua mununjukan bahwa jati diri bangsa kita adalah bangsa yang besar, bermartabat dan mandiri. Dan itu semua dilakukan oleh para pemuda. Oleh karena itu, peran pemuda dalam mengembalikan jati diri bangsa sangat penting dan menentukan. Maka apakah saya, anda, dan kita semua yang merasa sebagai pemuda tidak mau mengambil bagian?!

