Oleh Umar Saifudin, STP
§ Pengertian Karbohidrat
Secara sederhana dapat diartikan bahwa karbohidrat ialah suatu senyawa yang terdiri dari molekul-molekul karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) atau karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamaka karbo-hidrat. Dalam tumbuhan senyawa ini dibentuk melaui proses fotosintesis antara air (H2O) dengan karbondioksida (CO2) dengan bantuan sinra matahari (UV) menghasilkan senyawa sakarida dengan rumus (CH2O)n.
§ Fungsi Karbohidrat
Ada banyak fungsi dari karbohidrat dalam penerapannya di industri pangan, farmasi maupun dalam kehidupan manusia sehari-hari. Diantara fungsi dan kegunaan itu ialah :
a. Sebagai sumber kalori atau energi
b. Sebagai bahan pemanis dan pengawet
c. Sebagai bahan pengisi dan pembentuk
d. Sebagai bahan penstabil
e. Sebagai sumber flavor (karamel)
f. Sebagai sumber serat
§ Klasifikasi Karbohidrat
Karbohidrat dapat digolongan menjadi dua (2) macam yaitu karbohidrat sederhana dengan karbohidrat komplek atau dapat pula menjadi tiga (3) macam, yaitu :
a. Monosakarida (karbohidrat tunggal)
Kelompok monosakarida dibedakan menjadi dua (2) macam, yaitu pentosa yang tersusun dari lima (5) atom karbon (arabinosa, ribose, xylosa) dan heksosa yang tersusun dari enam (6) atom karbon (fruktosa/levulosa, glukosa, dan galaktosa).
Struktu glukosa dan fruktosa digunakan sebagai dasar untuk membedakan antara gula reduksi dan gula non-reduksi. Penamaan gula reduksi ialah didasarkan pada adanya gugus aldehid (–CHO pada glukosa dan galaktosa) yang dapat mereduksi larutan Cu2SO4 membentuk endapan merah bata. Adapun gula non-reduksi ialah gula yang tidak dapat mereduksi akibat tidak adanya gugus aldehid seperti pada fruktosa dan sukrosa/dektrosa yang memiliki gugus keton (C=O).

D-Glukosa (Fischer) D-Glukosa (Haworth)
b. Oligosakarida (tersusun dari beberapa monosakarida)
Kelompok ini terdiri dari banyak jenis, seperti disakarida, trisakarida, tetrasakarida, dll. Namun paling banyak dipelajari ialah kelompok disakarida yang terdiri dari maltosa, laktosa dan sukrosa (dekstrosa). Dua dari jenis disakarida ini termasuk gula reduksi (laktosa dan maltosa) sedangkan sukrosa tidak termasuk gula reduksi (nonreducing).
c. Polisakarida (tersusun lebih dari 10 monosakarida)
Kelompok ini terdiri dari tiga (3) jenis yaitu :
1. Homopolisakarida
Yaitu polisakarida yang tersusun atas satu jenis dari monosakarida yang diikat oleh ikatan glikosida, seperti galactan, mannan, fructosans, dan glucosans (cellulose, dextrin, glycogen, dan starch/pati)
2. Heteropolisakarida
3. Polisakarida mengandung N (chitin)
§ Pengujian Karbohidrat
a. Uji Kualitatif
Pengujian ini dapat dilakukan dengan dua (2) macam cara, yaitu; pertama menggunakan reaksi pembentukan warna dan yang kedua menggunakan prinsip kromatografi (TLC/Thin Layer Cromatograpgy, GC/Gas Cromatography, HPLC/High Performance Liquid Cromatography). Dikarenakan efisiensi pengujian, pada umumnya untuk pengujian secara kualitatif hanya digunakan prinsip yang pertama yaitu adanya pembentukan warna sebagai dasar penentuan kandungan karbohidrat dalam suatu bahan. Sedikitnya ada tujuh (7) macam reaksi pembentukan warna, yaitu :
1. Reaksi Molisch
KH (pentose) + H2SO4 pekat à furfural à + a naftol à warna ungu
KH (heksosa) + H2SO4 pekat à HM-furfural à + a naftol à warna ungu
Kedua macam reaksi diatas berlaku umum, baik untuk aldosa (-CHO) maupun karbohidrat kelompok ketosa (C=O).
2. Reaksi Benedict
KH + camp CuSO4, Na-Sitrat, Na2CO3 à Cu2O endapan merah bata
3. Reaksi Barfoed
KH + camp CuSO4 dan CH3COOH à Cu2O endapan merah bata
4. Reaksi Fehling
KH + camp CuSO4, K-Na-tatrat, NaOH à Cu2O endapan merah bata
Ketiga reaksi diatas memiliki prinsip yang hampir sama, yaitu menggunakan gugus aldehid pada gula untuk mereduksi senyawa Cu2SO4 menjadi Cu2O (enpadan berwarna merah bata) setelah dipanaskan pada suasana basa (Benedict dan Fehling) atau asam (Barfoed) dengan ditambahkan agen pengikat (chelating agent) seperti Na-sitrat dan K-Na-tatrat.
5. Reaksi Iodium
KH (poilisakarida) + Iod (I2) à warna spesifik (biru kehitaman)
6. Reaksi Seliwanoff
KH (ketosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à warna merah.
KH (aldosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à negatif
7. Reaksi Osazon
Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan aldosa maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lalu dipanaskan hingga terbentuk kristal berwarna kuning yang dinamakan hidrazon (osazon).
b. Uji Kuantitatif
Untuk penetapan kadar karbohidrat dapat dilakukan dengan metode fisika, kimia, enzimatik, dan kromatografi (tidak dibahas).
1. Metode Fisika
Ada dua (2) macam, yaitu :
a. Berdasarkan indeks bias
Cara ini menggunakan alat yang dinamakan refraktometer, yaitu dengan rumus :
X = [(A+B)C - BD)]
4
dimana :
X = % sukrosa atau gula yang diperoleh
A = berat larutan sampel (g)
B = berat larutan pengencer (g)
C = % sukrosa dalam camp A dan B dalam tabel
D = % sukrosa dalam pengencer B
b. Berdasarkan rotasi optis
Cara ini digunakan berdasarkan sifat optis dari gula yang memiliki struktur asimetrs (dapat memutar bidang polarisasi) sehingga dapat diukur menggunakan alat yang dinamakan polarimeter atau polarimeter digital (dapat diketahui hasilnya langsung) yang dinamakan sakarimeter.
Menurut hokum Biot; “besarnya rotasi optis tiap individu gula sebanding dengan konsentrasi larutan dan tebal cairan” sehingga dapat dihitung menggunakan rumus :
[a] D20 = 100 A
L x C
dimana :
[a] D20 = rotasi jenis pada suhu 20 oC menggunakan
D = sinar kuning pada panjang gelombang 589 nm dari lampu Na
A = sudut putar yang diamati
C = kadar (dalam g/100 ml)
L = panjang tabung (dm)
sehingga C = 100 A
L x [a] D20
2. Metode Kimia
Metode ini didasarkan pada sifat mereduksi gula, seperti glukosa, galaktosa, dan fruktosa (kecuali sukrosa karena tidak memiliki gugus aldehid). Fruktosa meskipun tidak memiliki gugus aldehid, namun memiliki gugus alfa hidroksi keton, sehingga tetap dapat bereaksi.
Dalam metode kimia ini ada dua (2) macam cara yaitu :
a. Titrasi
Untuk cara yang pertama ini dapat melihat metode yang telah distandarisasi oleh BSN yaitu pada SNI cara uji makanan dan minuman nomor SNI 01-2892-1992.
b. Spektrofotometri
Adapun untuk cara yang kedua ini menggunakan prinsip reaksi reduksi CuSO4 oleh gugus karbonil pada gula reduksi yang setelah dipanaskan terbentuk endapan kupru oksida (Cu2O) kemudian ditambahkan Na-sitrat dan Na-tatrat serta asam fosfomolibdat sehingga terbentuk suatu komplek senyawa berwarna biru yang dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 630 nm.
3. Metode Enzimatik
Untuk metode enzimatis ini, sangat tepat digunakan untuk penentuan kagar suatu gula secara individual, disebabkan kerja enzim yang sangat spesifik. Contoh enzim yang dapat digunakan ialah glukosa oksidase dan heksokinase Keduanya digunakan untuk mengukur kadar glukosa.
a. Glukosa oksidase
D- Glukosa + O2 oleh glukosa oksidase à Asam glukonat dan H2O2
H2O2 + O-disianidin oleh enzim peroksidase à 2H2O + O-disianidin teroksdasi yang berwarna cokelat (dapat diukur pada l 540 nm)
b. Heksokinase
D-Glukosa + ATP oleh heksokinase à Glukosa-6-Phospat +ADP
Glukosa-6-Phospat + NADP+ oleh glukosa-6-phospat dehidrogenase à Glukonat-6-Phospat + NADPH + H+ Adanya NADPH yang dapat berpendar (memiliki gugus kromofor) dapat diukur pada l 334 nm dimana jumlah NADPH yang terbentuk setara dengan jumlah glukosa.

November 20, 2008 at 8:52 am
mas, mau minta izin mencontek metode nya, buat penelitian saya. saat ini sedang dalam tahap mencari-cari metode analisis kuantitatif karbohidrat dari dedak. Rencananya saya dan tim mau menggunakan dedak sebagai substrat fermentasi monascus untuk menghasilkan senyawa antikolesterol. Yeah, mudah-mudahan berhasil dan bermanfaat untuk umat. amin..
kira-kira kalau untuk dedak cocoknya metode seperti apa ya? kalau ada masukan dari anda, saya tunggu di email saya. hehe.
thx, syukron
fakhria, farmasi ITB
November 20, 2008 at 9:55 am
hmmm, menarik sekali ide penelitiannya. Karena selama ini, meski sudah banyak di’kampanye’kan bahwa dedak atau bekatul sebagai salah satu pangan alternatif bergizi tinggi (vitamin B dan asam2 lemak esensial) tapi sptnya masyarakat secara luas masih ‘ragu’ dengan keamanan mengkonsumsinya. Barangkali dengan diteliti kemungkinan efektifitas dari penggunaan bekatul sebagai media pertumbuhan Monascus untuk menghasilkan zat anti kolesterol (monacolin/oryzanol –> yang benar yang mana ya??) ini semakin mempopulerkan dedak sebagai bahan pangan untuk manusia. Bukan hanya untuk pakan ternak semata. Ok, Moga Sukses selalu!!
Salam
November 27, 2008 at 9:15 am
uji kimia (luffschrool) untuk karbohidrat di kentang gimana sih caranya??????
plis donk jawabanya, butuh bgt ne…….
October 7, 2009 at 4:21 am
coba cari di SNI 01 2891 1992
November 27, 2008 at 9:49 am
@ade :
Mudah ja… pertama hidrolisis dulu karbohidratnya menjadi monosakarida2…. (pada kentang, terutama KH amilosa –> glukosa, dll) dengan cara dipanaskan dalam larutan HCL 3% selama 3 jam (kalau bisa menggunakan pendingin tegak/refluks). lalu di netralkan dan encerkan sampai 500 ml dengan aquadest (sampel 5 g) –> saring. baru setelah disaring, diambil 10 ml dan direaksikan dengan Luff 25 ml, ditambah aquadest –> dipanaskan 10 menit (dengan pendingin tegak juga). angkat + dinginkan. baru ditambahkan KI 15 ml dan H2SO4 25 % 25 ml. Titrasi dengan NaTiosulfat 0,1 N dengan indikator Kanji 0,5 %. Lakukan juga pada blangko, baru dihitung kadar KH-nya 0,9 dari kadar glukosa terhitung. Kadar glukosa didapat dari : (vol titran blanko- sampel –> konversikan pada tabel mg glukosa X fp dibagi berat sampel dalam mg dikali 100%). Perkiraan, kadar Kh pada kentang…. berapa ya..duh, maaf saya lupa ..:) ok, lebih lengkap, bisa cari literatur aslinya OK?
Selamat Mencoba…
December 4, 2011 at 3:20 pm
thank u
June 5, 2012 at 12:59 pm
you are welcome
December 2, 2008 at 11:26 am
syukran atas infonya…lengkap banget,,,sesuai dengan apa yg sy inginkan untuk kerja tugas..
December 19, 2008 at 8:05 pm
Terimaka kasih banyak buat infonya ! Bermanfaat skali buat final besok ! ^_^
January 4, 2012 at 2:49 pm
nice gan!
June 5, 2012 at 1:00 pm
mksh..
February 16, 2009 at 1:59 am
Azz..
muh naNya ne akhi,,
penentuan % gula reduksi cara lane eynon tuh gmna iaa??
thx b4
>>> sip sip… saya malah baru denger tuh metode baru y?? iya, kayaknya memang ada juga metoda lainnya, tapi lebih mudah pake Fehling ja deh…
Thx jg
February 28, 2009 at 2:50 am
turnuwun y..
March 14, 2009 at 12:31 pm
membantu tugas kuliah
March 14, 2009 at 12:33 pm
kirim ke e-mail aq y?
March 16, 2009 at 1:22 am
Assalamu’alaykum.
ana dari THP-universitas brawijaya. analisa kuantitatif fruktosa selain menggunakan HPLC dengan cara apa y?
Jazakallahu khoir
March 28, 2009 at 3:49 am
asss..maz Qu minta cra pengujian uji seduh n kelarutan untuk menguji Konsenrat protein ikan, n klu bisa krim ke alamt email Qu..please bnget.
March 29, 2009 at 10:26 am
assalamualaykum…
mas,pertanyaan saya sama banget dengan nurul,,analisa kuantitatif fruktosa selain dengan HPLC dengan cara apa ya? tolong dijawab ya mas,,soalnya ini penting banget buat penelitian saya,,terima kasih sebelumnya,,
April 28, 2009 at 7:18 am
mas kalo mau ngukur kadar disakarida(maltosa), pake uji apa?
May 3, 2009 at 7:44 am
mau tanya mas, saya msdng melakukan penelitian tentang produksi maltodekstrin dari sagu. untuk analisanya saya melakukan uji nilai dekstrose equivalent (DE), metoda yang saya dapat yaitu menggunakan metoda Lane Eynon, namun saya bingung dengan cara kerja penyiapan sampelnya, disana ada istilah dry substance dan % dry solid,saya gak tau gimana mendapatkan nilai dry substance sama % dry solid tersebut, mas bisa bantu ?
May 14, 2009 at 4:03 pm
mas saya sngat terbantu dgn blog anda.tlong disertakan jg reference nya.thnks
May 31, 2009 at 1:24 am
assalmualikn wr wb
boleh nany g?
gini pernah dngr g tentng metode knight dan allen,metode berlin institute, metode lane eynon,metode luff schoorl smuanya untk mneliti yg berhubungn dgn sifat mereduksi gula invert dlm sukrosa,kl mas tau bisa di jelasin,plz
trims y….
www, duh kurang tau bgt de soal itu, mungkin mang perlu belajar lagi… ok deh, trim masukannya
June 24, 2009 at 5:19 am
mas,,mau tanya dunk…kl TLC itu, apa selalu betuh konsentrasi tinggi?polisakarida yang akan aku analisa menggunaka tlc, konsentrasinya rendah, kurang dari 1%..trims atas jawabnnya
4Neo: maaf, saya belum pernah mencobanya. jadi no comment.
June 25, 2009 at 11:58 am
mas, numpang tanya, unt analisis karbohidrat dengan menggunakan spektrofotometri, saya bisa minta langkah kerja yang lebih detail g?
4Hans
uh, maap neh.. sampai saat ini belum menemukan referensinya untuk karbohidrat menggunakan spektrofotmetri.. coba cari lagi…!
July 18, 2009 at 4:50 am
saya izin mengambil untuk refrensi lap.pkl saya
September 8, 2009 at 12:59 pm
mas….
penentuan karbohidrat metoda luff schoorl gag ada??
kalau bisa ada pembahasan nya ea….
thankzzz….
October 5, 2009 at 11:11 am
Aslm,mas sy mau tny pake uji karbohidrat apa yah yg mudah dilakukan dalam laboratorium yg biasa2 saja fasilitasnya,kbetulan saya sdg pnelitian kultur jaringan anggrek yg di campur dgn ekstrak kntang di dalam media kulturnya,tlg di jawab y mas trm ksh byk,mdh2an Allah memudahkan smua kerjaan mas amin…
October 7, 2009 at 4:16 am
amin…. coba pake metode yang ada…. titrasi dengan metode Luff Schorl!
October 5, 2009 at 11:14 am
oia mas uji karbohidratnya dilakukan pada ekstrak kentang tess tlg di jwb y mas domo arigato
October 15, 2009 at 3:57 am
maAf nich mas,,datanya dicopyyyy, cos baru tahu kalo uji karbohidrat bisa pake metode fisika,maklum ane mhs yang sikettt pengetahuan….hheheheeee
October 19, 2009 at 11:51 am
assalamualaikum….
mau nanya penetapan kadar sukrosa dan amylum manihot sama dengan cara gula invert? jika ada persamaan / perbedaan mohon di sebutkan
October 19, 2009 at 11:54 am
mohon di balas penting banget nihhhhhhh
October 27, 2009 at 7:37 am
iya, penentuna untuk sukrosa sama dengan penentuan untuk gula invert.
October 27, 2009 at 7:42 am
iya, penentuan kadar sukrosa sama dengan cara penentuan untuk gukla invert. sedangkan untuk penentuan kadar amilum, saya belum tahu referensinya.
November 13, 2009 at 6:28 am
untuk kadar amilum bisa menggunakan spectro ..
October 28, 2009 at 1:23 pm
mas, mau tanya.
kalau semisalnya untuk uji gula pada tape bisa pakai fehling atau benedict tidak ?
saya lihat laporan teman saya yang kuliah memakai seliwanoff, sedangkan di sma saya tidak ada.
kemudian, apakah jika uji kualitatifnya sya menggunakan perasan tape, apakah masih perlu dipanaskan untuk melihat perubahan warna setelah ditetesi ? trims.
October 28, 2009 at 1:25 pm
tambahan mas,
tau tentang uji kualitatif alkohol tak ?
adanya juga pake yodoform, sedangkan harganya mahal buanget dan butuh waktu lama.
trims.
November 10, 2009 at 11:20 am
mas, mau tanya…analisis kadar fruktosa selai dengan hplc dan polarimeter bisa dengan metode apalagi yah??makasih
December 1, 2009 at 1:45 pm
maaf kak, kebetulan saat ini saya juga lagi kebingungan nyari metode untuk penelitian saya buat menentukan kadar galaktosa pada sampel rumput laut. selama ini metode yang saya dapatkan dari jurnal pake HPLC tapi buat nyari kolomnya susah banget di semua balai di bogor. ada saran kak?
terimakasih
March 23, 2010 at 11:15 am
susi says:
Mkasih ats informasinya.
skrg sy sedang mencari metode untuk analisis sukrosa pada sari buah nenas, dosen saya menyarankan metode spektrofotometri,
tp yg saya bingung bagaimana membuat larutan standarnya..
saya minta tolong klo bapak punya informasi mengenai metode itu untuk dibagikan pada saya.
makasih
June 2, 2010 at 4:39 am
duh, untuk analisis sukrosa dg spektro, malah saya belum pernah mencobanya je..
biasanya pake yang konvensional saja; titrasi.
December 15, 2009 at 3:58 am
mas, kalo reaksi fenilhidrazin tuh uji karbohidrat bukan? karbohidrat jenis apa?
bahas dunk mas..
thanks.
February 5, 2010 at 12:32 pm
mas mo tanya,,metode uji kualitatif dan uji kuantitatif gula sama g ma uji kualitatif N kuantitatif karbohidrat?
June 2, 2010 at 4:45 am
hampir sama, untuk uji karbohidrat biasanya pake uji gula (glukosa) nah, kadar karbo nya dihitung 0,9 dari kadar glukosa. itu angka konversinya..
February 21, 2010 at 1:12 pm
assalamualaikum.wr.wb
maaf mas,saya lagi penelitian bikin selai pepaya,rencananx untuk uji kadar gula,saya mau pakai metode spektrofotometri,, bisa tolong jelasin lbh detail lg g untuk prosedur analisanya, plizzz…
thx b4..
April 4, 2010 at 2:07 pm
hallo,,I just wanna say,,so thx so muc for your blog,,
April 8, 2010 at 9:50 am
mo nanya om?, cara analisa sukrosa menggunakan titrasi ada gak.
terima kasih.
June 2, 2010 at 4:37 am
ada, dengan metode luff schrool biasanya… coba di cari aja…
May 9, 2010 at 1:44 pm
maaf nih,mw nanya. kompleks yg terbentuk unt analisa dg spektrofotometer itu apa,yah??
June 2, 2010 at 4:36 am
biasanya komplek yang bisa mneghasilkan warna spesifik dek…
May 27, 2010 at 12:59 pm
Tanya dong mas ? kalo metode untuk menentukan jenis karbohidrat jenis aa ex L-xylose, D-glucose, galactosecaranya gmana ya? Punya bukunya Chaplin and Kennedy 1986 judul Carbohydrat Analysis gak ? Pinjemin dong
June 2, 2010 at 4:34 am
duh, saya malah belum baca bukunya tuh…. jadi nggak bs pinjemin neh…
sorry ya…
June 2, 2010 at 4:35 am
mungkin di perpus kampus ada, coba di cari aja dek
July 23, 2010 at 2:00 am
ass…
saya adl mahasiswi yg lg melakukan penelitian. saya ingin menganalisa kadar glukosa dlm larutan yg mengandung volatile fatty acid seperti asam butirat dan asam asetat.
klo penelitian yg dulu pake GC tp sy pengen coba titrasi tp ga tau caranya.
mohon infonya. mksh
August 8, 2010 at 1:34 pm
mas mau tnya klo anlisa glukosa metode ewnzimatis untuk kelainan karbohidrat…saya mau mnta kejelasan dri mas…terimakasih
September 12, 2010 at 8:47 am
makasi banyak ya infonya…bermanfaat buat bikin laporan,,,
September 22, 2010 at 11:35 am
ada yang tau kenapa sukrosa disebut gula terbuka????
October 13, 2010 at 1:36 pm
mas saya mau tanya untuk bahan kuliah saya
bahan makanan nasi,tepung terigu,kentang dan gula pasir,setelah diberi larutan,yodium,apakah semuanya menunjukkan warna biru ungu?jika tidak, mengapa bukankah semua bahan makanan tersebut termasuk golongan karbohidrat?jika ya jelaskan mengapa ?
tolong ya mas
October 13, 2010 at 1:39 pm
1.Mengapa ada bahan yang bewarna ungu biru dan ada pula yang tidak setelah ditetesi larutan yodium ?
2. berdasarkan uji yang telah dilakukan bahan makanan manakah yang termasuk sumber karbohidrat ?
3. kesimpulan apa yang dapat dibuat dari hasil percobaan ini ?
>>>>
coba identifikasi lagi dari awal.. apakah prosedur ujinya sdh benar?
konsentrasi Iod dan Bahan sangat berpengaruh….
bisa dicoba dengan konsentrasi yang berbeda2…
seharusnya hasilnya semua positif berwarna ungu karena semua bahan mengandung KH.
October 14, 2010 at 8:28 am
coba identifikasi lagi dari awal.. apakah prosedur ujinya sdh benar?
konsentrasi Iod dan Bahan sangat berpengaruh….
bisa dicoba dengan konsentrasi yang berbeda2…
seharusnya hasilnya semua positif berwarna ungu karena semua bahan mengandung KH.
October 26, 2010 at 2:50 pm
Pak, Ini pak Umar dosen anlis mkanan dan minuman y….heeee
March 28, 2011 at 4:07 am
Yoi
November 20, 2010 at 3:47 am
makasii yyaa..ini sangat membantu.. ^^
December 21, 2010 at 4:17 am
mas,,izin mencopynya yyyy….
January 6, 2011 at 12:52 pm
thanks banget Buat ArtikEl.a………….
Dah BanTu BuaT LapORaN LeNgkap Ku………
January 17, 2011 at 12:23 pm
asskum,,
maz,mau nanya untuk bahan penelitian saya..
saya ingin meneliti dan membandingkan analisis kuantitatif karbohidrat antara nasi putih dan bahan makanan dari singkong..tpi saya masih bingung metodenya apa..kalo untuk analisis kuantitatif ini pke metode apa ya maz?
mohon infonya..trims..
January 17, 2011 at 12:24 pm
asskum,,
maz,mau nanya untuk bahan penelitian saya..
saya ingin meneliti dan membandingkan analisis kuantitatif karbohidrat antara nasi putih dan bahan makanan dari singkong..tpi saya masih bingung metodenya apa..kalo untuk analisis kuantitatif ini pke metode apa ya maz?
mohon infonya..trims..wass
March 15, 2011 at 5:17 am
Assalamualaikum.
maz kenapa analisa karbohidrat mesti pake pendingin tegak? bolehkah pk pendingin yg lain misal pendingin spiral?makasih
March 19, 2011 at 2:18 pm
bisa nyaranin tentang jdul TUGAS AKHIR gk??? tentang analisis mknan gt,, lg bntu bngt coalnya,,
May 12, 2011 at 3:03 am
terimakasih..
August 5, 2011 at 1:34 am
Saya udah nyoba analisa pake method Luff Schoorl. sampelnya pake tepung gaplek. pas mau dititrasi dg Na-tiosulfat kan ditambah indikator amilum. pas ditambah amilum kok larutannya ndak bs biru ya? please help me doong…
June 5, 2012 at 12:55 pm
sebelum ditambah amilum, dititrasi dlu dg na-tio sampai warna menjadi kuning, baru ditambah indikator amilum hingga warna biru hilang (titik akhir titrasi).
September 12, 2011 at 7:16 pm
MAS, kalo utk uji kadar karbohidrat pd susu segar (murni) sebaiknya m’gunakan metode apa ya ??
June 5, 2012 at 12:58 pm
metode luff schrool
September 20, 2011 at 1:41 pm
makasih pembahasannya (: #buat bikin laporan
June 5, 2012 at 12:58 pm
sama-sama
November 26, 2011 at 6:23 am
cara menentukan bahan makanan yang mengandung ktarbohidrat kompleks gimana ya??
December 25, 2011 at 11:08 pm
nice
kunjungi blog saya juga yaa
http://mel-rizky.blogspot.com/
masii baru
June 5, 2012 at 1:00 pm
ok, nice jg blognya..
January 12, 2012 at 2:13 pm
akhh
June 5, 2012 at 1:01 pm
ya//
January 17, 2012 at 1:39 pm
hehe , makasih .
bermanfaat buat tugas
March 3, 2012 at 6:12 am
mas … aplikasi karbohidrat dlam kehidupa sehari-hari apa apa saja????//
March 27, 2012 at 6:01 am
sifat fisik dan kimia dari polisakarida,dan oligosakaridatu apa2 aja? soalnya bingung mnentukn sifat2nya tu gmna?,