Food for Healthy

Home » Food Issues » Beras Plastik (jangan) Bikin Panik

Beras Plastik (jangan) Bikin Panik

CE_Certificate_Artificial_rice_machine_making_machineryMeski tahun 2012 pernah muncul berita pemalsuan beras dengan campuran ubi kayu dan bijih plastik (klik disini), namun baru kali ini pemerintah cukup serius menanggapi isu tersebut. Pasalnya, pada tanggal 18/5/2015 ada salah seroang pedagang nasi uduk di Bekasi, Dewi Nurizza Septiani mengunggah keanehan pada beras yang telah dimasaknya lewat akun media sosial miliknya tersebut. Beras sintetis yang mengandung zat plastik jelas tidak aman dikonsumsi manusia. Hal ini dikarenakan adanya kandungan senyawa berbahaya dari monomer-monomer plastik yang bersifat karsinogenik (dapat dilihat lebih lengkap disini).

Diantara monomer tersebut adalah DOP (dioktil ptalat) yang merupakan zat aditif (plasticizer) mengandung benzen yang sering digunakan pada proses plastisasi/pembuatan PVC. Selain itu, terdapat pula senyawa vynil chlorida seperti yang dilaporkan oleh laboratorium Sucofindo. Senyawa ini dapat bereaksi dengan komponen-komponen DNA yaitu guanine dan sitosin menghasilkan senyawa epoksi cloreshyan oksida, yang sangat reaktif dan bersifat karsinogenik. Selain itu, hasil temuan lab Sucofindo juga mneyebutkan senyawa lain yaitu benzyl butyl phthalate (BBT), bis 2-ethylhexyl phthalate (DEHP), dan diisononyl phthalate (DNIP). Ketiga senyawa ini telah dilarang terkontaminasi pada makanan maupun mainan anak-anak (sumbernya disini). Namun demikian, dari pihak Kepolisian dan Pemerintah masih menunggu hasil hasil uji dari laboratorium lain, seperti dari Badan POM RI, Balai Pengujian Mutu Barang Kemendag, Balitbang Padi Kementan, dan serta Badan Ketahanan Pangan yang menyerahkan sampel pada Laboratorium Saraswati, Bogor.

Munculnya kasus ini sebenarnya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, tetapi cukup dengan kehati-hatian dan kewaspadaan. Hal ini mengingat penemuan ini masih sebatas di wilayah Bekasi, sedangkan di wilayah lain dari hasil operasi gabungan beberapa instansi pemerintah belum menemukan. Termasuk hasil laporan dari WHO melalui INFOSAN (The International Food Safety Authorities Network) tidak ada kasus yang sama yang terjadi di negara lain selain Indonesia. Pemerintah melalui Kemendag juga menyampaikan bahwa dalam tahun terkahir ini tidak ada impor beras. Oleh karena itu, harapan kita semua adalah peredaran beras plastik di masyarakat tidak meluas. Sehingga, alih-alih memunculkan kewaspadaan, belakangan malah beredar broadcast bahwa isu beras plastik hanyalah upaya pengalihan isu sensitif 21 Mei dan malahan adapula yang menyimpulkan sebagai hoax semata.

10 Cara Sederhana Membedakan Beras Asli dan Beras Plastik

1. Beras asli umumnya memiliki warna putih (chalkiness) yang menandakan adanya zak kapur yang mengandung karbohidrat, baik pada bagian punggung (white back), perut (white belly) maupun pada bagian tengah bulir beras asli (white center) yang menyebabkan beras mudah patah. Sedangkan pada beras plastik tidak ada.

2. Secara fisik, dapat dilihat bulir-bulir beras asli umumnya memiliki garis guratan sebagai bekas penyosohan dari sekam padi, tidak transparan sempurna (memiliki tingkat keterawangan/translusensy), sedangkan beras plastik tidak ada dan hampir keseluruhan terlihat transparan.

3. Beras asli lebih mudah dipatahkan menjadi dua bagian akibat adanya bagian zat kapur (opacity endosperm), sedangkan beras plastik tidak mudah dipatahkan.

4. Jika ditanak, setelah dingin maka beras asli yang memiliki kadar amilosa yang tinggi akan memiliki konsistensi gel yang keras dan kurang lengket sedangkan beras dengan kadar amilosa yang rendah memiliki konsistensi gel yang lunak (pulen) dan lengket (waxy). Pada beras plastik tidak cenderung tidak lengket sama sekali dan juga tidak lunak (pulen).

5. Bentuk beras asli pada pada bagian tengahnya terdapat cekungan (meskipun kecil) akibat lepasnya germ pada saat penyosohan, sedangkan beras plastik tidak ada.

6. Beras asli tercium bau khas wangi beras sesuai dengan varietasnya, sedangkan beras plastik tidak.

7. Beras asli terasa lebih kasar, sedangkan beras plastik terasa lebih halus. 8. Beras asli jika direndam akan tenggalam, sedangkan beras palsu tetap mengambang.

9. Beras asli jika disetrika tidak akan lengket, sedangkan beras palsu cenderung lengket.

10. Belilah beras dengan kemasan yang terpercaya, jika memang terpaksa membeli beras curah, biasanya beras curah memiliki impuritis berupa bebatuan kecil, tanah, jerami, sekam, ataupun biji gulma. Selain itu, jika beras curah biasanya bentuknya tidak sama rata, ada yang panjang, medium, pendek, maupun ada yang patah. (sumber).

Artificial_rice_machine_rice_shaping_machine

Macam-macam beras sintetis

Macam-macam beras sintetis

Penutup

Apapun nanti hasil akhirnya cerita ini, kita sebagai masyarakat yang sadar akan pentingnya keamanan pangan, tetap selalu waspada terhadap berbagai isu dan informasi tentang pangan. Dalam hal ini adalah beras sebagai makanan pokok, tentu sangat vital bagi masyarakat. Apalagi kebutuhan akan beras di Indonesia masih sangat tinggi. Upaya menekan konsumsi beras dengan program Diversifikasi Pangan Lokal maupun program ODNR (One Day No Rice), sepertinya belum sepenuhnya berhasil, yaitu masih dikisaran antara 87-129 kg/orang/tahun (sumber).

Pemerintah diharapkan lebih serius lagi dalam mengupayakan ketahanan pangan, dalam hal ini adalah swasembada beras. Perlu dicatat bahwa ketahanan pangan nasional tidaklah hanya sebatas pada ketersediaan/ketercukupan saja tetapi juga perlu adanya jaminan atas keamanannya. Oleh karena itu, tidak hanya program peningkatkan produksi beras yang digalakan, tetapi juga aspek nutrisi dan keamanan pangan perlu diperhatikan. Dengan adanya kasus ini, diharapkan semakin menggugah keasadaran kita semua akan pentingnya kewaspadaan atas keamanan pangan disekitar kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: