Food for Healthy

Home » Food Issues » Dibalik Rekayasa Beras Plastik

Dibalik Rekayasa Beras Plastik

Sampai tulisan ini dibuat, belum diumumkan hasil uji laboratorium dari pemerintah, baik dari Badan POM, Kemendag maupun Kementan terkait isu beredarnya beras plastik. Banyak yang bertanya-tanya, apa motif sebenarnya dari kejadian ini. Ada yang berspekulasi sebagai upaya pengalihan isu, upaya menurunkan citra positif kinerja pemerintah hingga rekayasa semata. Alih-alih ingin menghindari keresahan masyarakat, namun yang terjadi malahan sebaliknya. Di beberapa tempat, seperti di Karawang dan Bengkulu juga mulai muncul kekhawatiran adanya beras palsu yang terkontaminasi oleh plastik.

Dari berbagai motif yang ada, saya berkesimpulan awal bahwa tetaplah motif ekonomi yang dijadikan sebagai alasan munculnya ide pembuatan beras plastik. Meski hal ini dibantah dengan pertimbangan bahwa harga bahan baku dari plasticizer sangatlah mahal, yaitu pada kisaran 20-30rb/kg, tetapi zat ini tidaklah sebagai bahan baku utama. Yang menjadi bahan baku utama tentunya tetap sumber pati/tepung seperti dari tepung umbi-umbian,ubi jalar, singkong, dan kentang. Namun yang digunakan bukanlah yang memiliki kualitas bagus, tetapi produk afkir yang mungkin tidak layak jual. Atau sebagian masyarakat membayangkan yang digunakan adalah beras kualitas rendah yang diselimuti oleh bahan plastik agar tetap terlihat menarik. Jadi senyawa berbahaya Benzyl Butyl Phtalate (BBT), Bis 2-ethylhexyl Phtalate (DEHP) dan Diisononyl Phtalate (DNIP) seperti yang disampaikan oleh  Sucofindo adalah cemaran akibat digunakannya bahan plasticizer tersebut dalam pembuatan “beras plastik”.

Senyawa berbahaya tersebut seharusnya hanya diperuntukan untuk pembuatan pipa paralon, kabel listrik, produk-produk berbahan dari karet, seperti gantugan kunci, mainan dsb. Namun kini bisa saja disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki nurani, untuk mengambil keuntungan sepihak. Oleh pengamat Ekonomi Pertanian Bustanul Arifin, tindakan ini disebut extraordinary crime. Sangat layak untuk mendapat hukuman yang berat, sehingga pihak Kepolisian harus dapat mengusut kasus ini dengan tuntas, agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi dimasa yang akan datang.

Cara Sederhana Pembutan Beras Plastik

Setelah browsing mencari harga mesin pembuat beras sintetis via internet, ditemukan bahwa ternyata kita bisa dnegan mudah membelinya, dengan harga kisaran puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Mesin-mesin ini telah dijual dengan bebas di Indonesia, paling banyak merupakan produksi Cina, diantaranya Jinan Shengrun Machinery Co., Ltd dan Jinan Zonsion Machinery Co., Ltd. Keduanya berada di Propvinsi Shangdong yang lokasinya berdekatan dengan kasus beras plastik di Cina beberapa tahun lalu 2012 yaitu di Provinsi Shanxi.

China-opt

Mengingat proses pembuatan beras sintetis yang boleh dikatakan tidak terlalu rumit, yaitu hanya dengan tiga tahapan; mixing, ekstruding dan drying maka pembuatan ini bisa saja dilakukan dalam skala kecil rumah tangga. Jika sumber bahan utama, yaitu tepung-tepungan yang merupakan hasil pengolahan produk afkir, ditambah mesin pembuat yang cukup murah tersedia, serta adanya bahan penolong (procesing aid) plasticizer sebagai bahan pelunak untuk membuat hasil akhir yang baik seperti nasi pulen. Namun alih-alih dapat membuat nasi yang pulen, malah nasi yang dihasilkan seperti bubur dan terasa ane tidak seperti beras asli yang biasa kita konsumsi. Maka sudah selayaknya kita berterima kasih kepada ibu Dewi Nurizza Septiani yang aware dan telah mengingatkan kita semua sebelum beras palsu ini beredar luas, di masyarakat.

Mesin pembuat beras sintetis harga 20an jt.

Mesin pembuat beras sintetis harga 20an jt. 

Mesin pembuat beras sintetsi (ekstruder) harga 100an jt.

Mesin pembuat beras sintetsi (ekstruder) harga 100an jt.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: