Food for Healthy

Home » Guest Book

Guest Book

Selamat datang di Blog sederhana ini. Satu tempat untuk saling berbagi dan mendiskusikan persoalan pangan dalam tataran lebih luas, tidak hanya pangan untuk makan dan kesehatan, tetapi juga pangan untuk kehidupan manusia yang lebih baik.


12 Comments

  1. Lukman says:

    Berbicara tentang food for life, saya jadi agak sedikit khawatir. Hal ini karena saat ini ada kecendrungan “pertempuran kepentingan” antara food or fuel. Ya, kecendrungan untuk mengolah bahan pangan menjadi bahan bakar saat ini tengah mengglobal. Apalagi oleh negara-negara maju yang (maaf) demi kepentingan industrinya menjadikan negara berkembang sebagai “ladang minyak nabati” mereka. Ingat bung, kita juga manusia yang perlu makan nasi, bukan mesin yang bisa bergerak dengan asupan bensin. Yup, sekedar menginagtkan saja. Food for life, must be applied for all people in the world, not just for the have only !. Keep the real spirit of food for life !

  2. Lukman says:

    Assalamu’alaikum ….

  3. food4healthy says:

    Wa’alaikumsalam wr wb… Akhi,,, Subhanallah bisa ketemu juga disini, diruang (dimana kita semoga bisa berdikusi lebih arif tentang keilmuan kita… :d)
    Ngomong2 soal pangan untuk energi, sebenarnya masih berputar-putar dalam kepala saya, mana sebenarnya yang musti didahulukan…
    coz, energi juga bagian terpenting dari kehidupan kita. Namun prinsip yang masih saya pegang sampai detik ini ialah, pangan untuk kehidupan. food for life. entah itu pangan untuk pangan ataupun pangan untuk energi, yang penting keberlangsungan hidup manusia di bumi ini tetap terjaga keseimbangannya. Bukan begitu akh? Yang lain…??
    Salam,
    Umar

  4. roisz says:

    Assalamualaikum,…

  5. food4healthy says:

    @roisz
    Wa’alaikumsalam wr wb… Ahlan wa sahlan Bro… terima kasih atas kunjungannya… Salam kenal

  6. nuramaya says:

    akhirnya…. bisa juga berkunjung. kali ini bagus🙂 tinggal istiqomah saja tuk terus upload (hbs…klo blg nulis, gak semua ditulis sendiri kan?). saya nanti bisa request dunk…bahas ttg protein&lipida in meat, bahan kuliah n tesis….:) di palangkaraya ketemu majalah “BASIS” gak? di sebuah edisinya, khusus membhs pangan, n yg menarik adalah majalah tsb mengawali dg artikelnya yang sangat mengusik, judulnya “AMARAH dari PERUT”. Nampaknya, diskusi kalian perlu diperpanjang dengan melihat realitas negri kita,, mmg sudah saatnya ilmuwan tak hanya tahu zat kimia, tabung reaksi n jurnal ilmiah tanpa tahu harus berbuat apa untuk negri kita. OK. tetap berkarya!!!

  7. food4healthy says:

    @nuramaya
    Alhmdulillah, bisa bagi2 ilmunya disini.. iya, sebagai ahli dan teknolog pangan, seharusnya memang tidak hanya pintar bercakap-cakap saja, tapi juga bisa berkontribusi terhadap permasalahan dan realita yang terjadi di masyarakat, terutama berkaitan dengan urusan ‘perut’ dan sekitarnya. Waduh, mungkin sy saja yang jarang liat2 ke toko buku. Sepertinya ada, besok ada waktu luang saya coba cari deh majalah-nya. Oke,
    Salam Hormat

  8. rara says:

    assalamu’alaikum pak.
    saya mau tanya tentang makanan2 organik, sebenarnya bener lebih baik untuk kesehatan?
    lalu soal suplement, obat2, vitamin, sebenarnya kita perllukan tidak?
    terkahir, susu itu benar bermanfaat untuk tubuh ndak? kalau memang manfaatnya signifikan yang lebih sehat susu dalam bentuk cair atau bubuk?
    jazakumullah sebelumnya

    sedikit komentar menurut saya makan itu untuk ibadah, seperlunya saja, dan harus sehat, jadi tidak boleh makan sembarangan, asal kenyang dan asal enak atau asal murah.
    karena bagi seorang muslim kondisi fisik, psikis, dan otak yang kita pakai untuk berfikir sangat penting untuk dijaga, jadi tidak boleh makan sembarangan. vetsin atau gorengan pinggir jalan yang banyak debu dan minyaknya sudah hitam sebaiknya dihindari. ada memang tipe orang yang bosan makan itu2 terus. tapi mneurut saya kalau memang sehat dan bermanfaat untuk tubuh ya ndak papa daripada ganti menu jadi bakso, siomay atau yang isinya kurang lengkap gizinya. ini biasa terjadi di kalangan mahasiswa yang kos. bagaimana menurut bapak?

  9. food4healthy says:

    Sepakat. Untuk kesimpulan yang terakhir, saya sepakat sekali. Bahwa tidak perlu merasa bosan dengan makanan yang ‘biasa-biasa’ atau yang ‘itu-itu’ saja, asalkan yang itu-itu itu (3x) sehat, aman, dan tentunya halal, why not?
    Terkait dengan :
    1. makanan organik, spt sayur dan buah atau bahkan nasi sampai telur dan daging ayam organik, jelas itu lebih sehat, disebabkan kemungkinan tercemar oleh bahan pestisida lebih kecil. Sedangkan pangan non organik (yang biasa kita makan??) tidak otomatis tidak aman. asalkan sebelum dimakan diberi perlakukan seperti pencucian dengan air mengalir, pemasakan/pemanasan tepat waktu, serta penyimpanan yang tidak terlalu lama, bisa mengurangi kadar pestisida yang biasa digunakan oleh para petani untuk membasmi serangga dan ulat pengganggu. Ciri pangan organik, itu ya yang ada ulat-nya.. he, mau??🙂
    2. kebutuhan sesorang akan suplemen, vitamin, atau obat sangat ditentukan oleh kondisi tubuhnya, apakah memang tidak bisa tidak, atau apabila mengkonsumi pangan spt biasa sudah terpenuhi, maka kebetuhan itu tidak diperlukan. Misalnya, kebutuhan kita akan suplemen spt vitamin, hormon, ataupun zat panting lain bagi tubuh, spt flavonid, phytosterol, dll… jika dari makanan yang biasa kita konsumsi sudah mencukupi, makan tidak diperlukan lagi kita mengkonsumsinya. Tapi jika karena kesibukan kerja, kuliah, sehingga makan tidak teratur, sembarangan, dsb… bisa jadi itu diperlukan.
    3. Susu bubuk atau susu cair, menurut sepemahaman saya lebih baik susu cair (tapi bukan SKM lho). Apalagi yang masih fresh dari peternak susu. Karena jika sudah berupa susu bubuk, telah mengalami over heated pada saat vacum drying (sptny saya salah sebut neh), yaitu satu tahapan pembuatan serbuk dari yang tadinya cair yang suhunya bisa mencapai… (berapa ya?? duh lupa je…nanti buka lagi bukunya). Secara umum, kandungan gizi yang terdapat pada susu, lebih banyak dibutuhkan sebagai sumber protein.
    Barangkali itu yang bisa saya share-kan…
    Lain waktu bisa berbincang lagi.
    Terima kasih.
    Salam,

  10. nuramaya says:

    Afwan.sekedar mengingatkan..
    Jika mengambil referensi dari tempat manapun yang ada sumbernya, sebaiknya dicantumkan, misalnya: tulisan2 tentang “analisa….” kan ga ada sumbernya dari mana? begitu…. (sebelum diklarifikasi dengan yang berkepentingan..)
    salam….

  11. nuramaya says:

    maksud saya yang analisa karbohidrat…. afwan…

  12. rifah says:

    Asw. salam kenal saudaraku, saya rifah, mahasiswi IPB tingkat akhir, sekarang lagi pusing buat proposal penelitian, eh,klo g salah baca, amtum tinggal di palangkaraya y? kalimantan tengah maksudnya?! ibu saya orang dayak kalteng asli, keluarga masih banyak yang disana, semoga bisa berbagi cerita kondisi ikhwah disana, jazakallah.

    >>>>
    Wa’alaikumsalam wr wb…
    Yups, sekarang sedang tinggal di Palangkaraya. Bisa tuh… kapan2 silaturahim….. ane tinggal sama istri baru kemarin awal Januari…
    tepat nya di Jalan Nadak Raya no 15, masuk kec. Jekan raya…
    kapan pulang kampung ke Kalimantan…?? uda banyak juga lho ikhwh disini…. main ja ke DPW jl Kinibalu …. atau ikuti tastqif tiap sabtu sore di Penginapan Annisa Dina….
    Kalau mo lbh kenal bisa buka Facebook a.n Umar Saifudin.. OK
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: